Makan Berlebihan Mengakibatkan Penurunan Fungsi Otak Di Masa Tua

Makan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia seperti halnya bernafas dan minum. Dengan makan tubuh akan mendapatkan berbagai macam nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh dan beraktifitas. Jadi makan merupakan kegiatan manusia yang sakral.

Kenapa sakral? 

Karena apa yang kita makan akan mempengaruhi kita. You are what you eat. Kalau kita konsumsi makanan yang tidak bersih, tubuh dan pikiran kita juga tidak akan bersih. Tubuh akan sakit karena banyaknya pengaruh buruk yang masuk kedalamnya. 

Meskipun yang kita konsumsi merupakan makanan yang sehat atau makanan yang baik, kita juga harus memperhatikan jumlahnya. Memang yang masuk kedalam tubuh meru[akan makanan yang baik atau bernutrisi namun tetap harus ada batasannya. Karena tubuh memerlukan waktu untuk mencerna dan mengedarkan nutrisi ke seluruh tubuh.

Lalu apa yang terjadi jika kita makan terlalu banyak? Banyak hal yang akan terjadi pada tubuh, salah satunya adalah penurunan fungsi otak.





Baru-baru ini, ada studi yang menyatakan bahwa makan berlebihan dapat memunculkan salah satu gejala penurunan fungsi otak yaitu hilang ingatan. Meskipun terdengar mustahil dan mengecewakan, namun penelitian yang dilakukan oleh para ahli ini menguatkan studi tersebut. 

Studi yang dilakukan para ahli dari Mayo Clinic menemukan bahwa pada orang dewasa berusia 70 tahun terdapat risiko kerusakan kognitif ringan (mild cognitive impairment atau MCI) yang berlipat ganda jika seseorang makan lebih dari 2.143 kalori per hari, seperti yang dilansir dari Third Age.

Yonas E. Geda, MD, MSc, salah satu peneliti menuturkan bahwa mereka menganalisis pola makan berdasarkan banyaknya kalori setiap hari dengan risiko kerusakan kognitif ringan. MCI sendiri merupakan titik tengah antara fungsi kognitif normal dan demensia. Gejala tersebut meliputi ingatan, berpikir, dan menilai sesuatu. 

"Semakin bertambahnya usia, semakin rentan seseorang mengalami gejala seputar ingatan, bahkan seseorang dengan MCI berisiko tinggi mengidap demensia hingga Alzheimer."


Menyikapi hal tersebut, Yonas E. Geda, MD, MSc pun memberikan saran untuk mengajak kita jangan makan berlebihan demi menghindari risiko hilang ingatan saat mulai tua nanti, karena apa yang baik untuk jantung, maka itu baik juga untuk otak.

Terlalu banyak makan juga bisa menimbulkan penyakit lain yang tidak jauh berbahaya seperti obesitas kemudian mempengaruhi kesehatan otak yang lain. Selain itu jika sudah kegemukan cenderung menimbulkan rasa tidak percaya diri bagi penderitanya. Mulai sekarang makanlah setelah kenyang dan berhenti makan sebelum kenyang agar di masa tua nanti kita tidak kehilangan fungsi otak.



semoga bermanfaat,



referensi : wartakesehatan


Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Makan Berlebihan Mengakibatkan Penurunan Fungsi Otak Di Masa Tua"

Post a Comment