Rokok Elektrik Berbahaya Untuk Paru-Paru, Sebabkan Kanker Dan Menurunkan Peluang Mempunyai Anak

Siapa yang tidak kenal dengan Vapor atau Vape yang sedang nge-trend sekarang ini? 

Ya benar, rokok eletrik yang banyak dinikmati oleh perokok yang berusaha meninggalkan kebiasaan merokoknya. 

Menurut saya, sebagai mantan perokok aktif, rokok elektrik bukan jalan keluar seseorang dari kecanduan merokok. Justru malah semakin menambah kebiasaan buruk seseorang karena mereka justru menghisap keduanya. Jika memang seseorang berusaha keluar dari kecanduan rokok, sebaiknya menjauhi segala hal yang berbau rokok.



"Merokok tidak membunuhmu, Merokok itu memalukan."

-Abu Arka-

Rokok elektrik banyak sekali diminati oleh anak-anak muda jaman sekarang. Menghisap rokok jenis ini dianggap sebuah gaya hidup atau lifestyle kekinian. Padahal banyak sekali efek buruk yang tersimpan yang tidak disadari oleh mereka. Bahkan resiko tubuh terpapar zat penyebab kanker naik menjadi 10 kali lipat. Fakta berikut akan dijelaskan dibawah ini.

Rokok Elektrik Lebih Berbahaya Daripada Rokok Konvensional

Rokok elektrik terdiri dari sebuah baterai, Catridge berisi cairan perasa dan elemen pemanas yang dapat menghangatkan dan menguapkan cairan perasa ke udara. Rokok elektrik atau vapor atau vape atau e-cigarette awalnya ditemukan oleh seorang Apoteker dari Cina pada tahun 2003 sebagai cara untuk mengurangi polusi  asap rokok dan sebagai salah satu cara untuk menghentikan kebiasaan merokok.


Jadi memang benar adanya bahwa vapor diciptakan sebagai salah satu cara untuk berhenti merokok. Namun, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa rokok elektrik tidak lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Bahkan dalam rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen. 

"Karsinogen adalah sekumpulan zat perusak DNA yang membantu atau mempromosikan kanker."

Hal ini diungkapkan oleh seorang dokter dari National Institute of  Public Health di Jepang, dr. Nauki Kunugita. Awalnya banyak orang mengira rokok elektrik tidak lebih bahaya dibandingkan rokok konvensional, namun hasil penelitian menyatakan sebaliknya.

Penelitian terbaru juga menyatakan efek buruk rokok eletrik sama dengan rokok konvensional. Hal ini diungkapkan oleh University College London yang menyatakan bahwa menghisap rokok elektrik berefek sama dengan menghisap rokok konvensional yaitu mempengaruhi kualitas sperma dan benih para pria. Penelitian ini dilakukan oleh University College London dengan mengamati sekitar 7000-an cairan perasa rokok elektrik dan mengambil sampel sperma dari 30 pria penikmat rokok elektrik. 

Dr. Hellen O'Neill selaku ketua tim peneliti dari University College London menerangkan bahwa paparan zat perasa dari rokok elektrik membuat pergerakan sel sperma menjadi lambat dan dampak terbesar ditunjukkan oleh cairan perasa dengan aroma kayu manis. 

Selain perasa kayu manis, perasa bubblegum juga dinilai memiliki efek negatif yang sama buruknya. Hal ini dibuktikan ketika paparan kedua perasa tersebut diberikan kepada tikus. Yang terjadi kemudian adalah sel - sel dalam testisnya langsung mati seketika. 
Berdasarkan hasil penelitian terhadap cairan perasa, aroma buah-buahan memberi efek negatif paling sedikit terhadap sel-sel di paru-paru dibanding cairan perasa seperti butterscotch, tembakau dan menthol. Sel-sel didalam paru-paru tidak akan pulih selama 72 jam setelah terpapar zat-zat tersebut. Para peneliti dari University of Salford membenarkan bahwa cairan perasa butterscotch dan menthol paling berdampak buruk terhadap paru-paru.

Selain bahaya dari kandungan zat perasa rokok eletrik, resiko adanya malfungsi dari rokok eletrik juga sangat berbahaya. Karena setelah rokok eletrik sudah sangat populer banyak sekali kasus rokok eletrik yang meledak. Tidak jarang yang memberikan luka parah pada pemiliknya. Setelah dilakukan penyelidikan ternyata ada beberapa produk rokok eletrik yang merupakan produk tiruan.

JIka Anda ingin berhenti merokok, berhentilah, tanpa harus mengganti rokok elektrik. Karena berhenti merokok diperlukan kesadaran yang tinggi akan hidup sehat dan tekad yang kuat. Fokus kan terhadap manfaat kesehatan yang didapat setelah berhenti merokok dan kebahagiaan orang sekitar yang menyayangi Anda.

Manfaat berhenti merokok

Rokok konvensional maupun rokok elektrik keduanya sama-sama memberikan efek buruk terhadap tubuh. Paparan zat-zat beracun dari rokok akan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Melemahnya sistem kekebalan tubuh akan menyebabkan tubuh rentan terjangkit oleh penyakit-penyakit yang menyerang dari luar. Salah satu jalan untuk menghindari itu semua adalah dengan berhenti merokok. Karena dengan berhenti merokok banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan, antara lain


  • 20 menit setelah berhenti merokok - Tekanan darah, denyut jantung dan aliran darah tepi mulai membaik.
  • 12 jam setelah berhenti merokok - Kadar CO didalam tubuh menjadi normal karena semua nikotin didalam tubuh sudah dimetabolisme.
  • 24-28 jam setelah berhenti merokok - Nikotin sudah mulai keluar dari tubuh, indera pengecap dan penciuman mulai berfungsi dengan baik dan sistem kardiovaskular mulai meningkat.
  • 5 hari setelah berhenti merokok - Nikotin sudah benar-benar keluar dari tubuh dan indera pengecap sudah kembali normal dan sistem kardiovaskular sudah meningkat dengan baik.
  • 2-12 minggu setelah berhenti merokok - Aliran darah sudah membaik dan sistem kerja jantung dapat meningkat.
  • 1-9 bulan setelah berhenti merokok - Sesak Nafas dan batuk-batuk mulai berkurang.
  • 1 tahun setelah berhenti merokok - Resiko terkena serangan jantung koroner menurun dibandingkan dengan yang masih merokok.
  • 10 tahun setelah berhenti merokok - Resiko kanker paru menurun.
  • 15 tahun setelah berhenti merokok - Resiko stroke, kanker paru dan serangan jantung menurun pada level yang sama dengan bukan perokok.
Semoga bermanfaat.


sumber :

health.detik.com
hellosehat.com
hebohsekali.blogspot.com
sehatnegeriku.kemkes.go.id

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Rokok Elektrik Berbahaya Untuk Paru-Paru, Sebabkan Kanker Dan Menurunkan Peluang Mempunyai Anak"

Post a Comment