Rokok Elektrik Berbahaya Untuk Paru-Paru, Sebabkan Kanker Dan Menurunkan Peluang Mempunyai Anak

Siapa yang tidak kenal dengan Vapor yang sedang nge-trend sekarang ini?


Ya benar, rokok eletrik yang banyak dinikmati oleh perokok yang berusaha meninggalkan kebiasaan merokoknya.


Rokok elektrik terdiri dari sebuah baterai, Catridge berisi cairan perasa dan elemen pemanas yang dapat menghangatkan dan menguapkan cairan perasa ke udara.



Rokok elektrik atau vapor atau vape atau e-cigarette awalnya ditemukan oleh seorang Apoteker dari Cina pada tahun 2003 sebagai cara untuk mengurangi polusi  asap rokok dan sebagai salah satu cara untuk menghentikan kebiasaan merokok.

Jadi memang benar adanya bahwa vapor diciptakan sebagai salah satu cara untuk berhenti merokok.


Namun, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa rokok elektrik tidak lebih aman dibandingkan rokok konvensional. 

Bahkan dalam rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen. Karsinogen adalah sekumpulan zat perusak DNA yang membantu atau mempromosikan kanker.

Hal ini diungkapkan seorang dokter dari National Institute of  Public Health di Jepang, dr. Nauki Kunugita.

foto : www.researchgate.com

Awalnya banyak orang mengira rokok elektrik tidak lebih bahaya dibandingkan rokok konvensional, namun hasil penelitian menyatakan sebaliknya.

Penelitian terbaru juga diungkapkan oleh University College London yang menerangkan bahwa menghisap rokok elektrik berefek sama dengan menghisap rokok konvensional yaitu mempengaruhi kualitas sperma dan benih para pria.



Penelitian dilakukan oleh University College London dengan mengamati sekitar 7000-an cairan perasa rokok elektrik dan mengambil sampel sperma dari 30 pria penikmat rokok elektrik. 



Dr. Hellen O'Neill selaku ketua tim peneliti menerangkan bahwa paparan zat perasa dari rokok elektrik membuat pergerakan sel sperma menjadi lambat dan dampak terbesar ditunjukkan oleh cairan perasa dengan aroma kayu manis.



Selain perasa kayu manis, perasa bublegum juga dinilai sangat memberi dampak negatif. Hal ini dibuktikan ketika paparan zat tersebut diberikan kepada tikus kemudian sel - sel dalam testisnya langsung mati seketika. 

Berdasarkan hasil penelitian terhadap cairan perasa, cairan perasa dengan aroma buah - buah memberi efek negatif paling sedikit terhadap sel - sel di paru - paru dibanding cairan perasa seperti butterscotch, tembakau dan menthol.

Sel - sel didalam paru-paru tidak akan pulih sebelum 72 jam setelah terpapar zat - zat tersebut. Para peneliti dari University of Salford membenarkan bahwa cairan perasa butterscotch dan menthol paling berdampak buruk terhadap paru - paru.


JIka Anda ingin berhenti merokok, berhentilah, tanpa harus mengganti rokok elektrik. Karena berhenti merokok diperlukan kesadaran yang tinggi akan hidup sehat dan tekad yang kuat.


Jika artikel ini bermanfaat, mohon untuk di share,

terima kasih.

Semoga bermanfaat.

referensi :

Lillahi Sativa, Rahma. "Studi : Sedot Rokok Elektrik Bisa Turunkan Peluang Punya Anak." health.detik.com. 8 Januari 2017. 12 Maret 2017.<https://health.detik.com/read/2017/01/08/100208/3390387/763/studi-sedot-rokok-elektrik-bisa-turunkan-peluang-punya-anak

Rudystina, Adinda. "Rokok Elektrik VS Rokok Tembakau : Mana Lebih Aman?" hellosehat.com. 10 Maret 2017. 12 Maret 2017.<https://hellosehat.com/rokok-elektrik-tembakau-mana-lebih-aman/

Foraldy, Thendy. "Ini Bahaya Rokok Elektrik Untuk Kesuburan Pria." hellosehat.com. 24 Februari 2017. 12 Maret 2017.<https://hellosehat.com/bahaya-rokok-elektrik-kesuburan-impotensi/https://hellosehat.com/bahaya-rokok-elektrik-kesuburan-impotensi/


Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Rokok Elektrik Berbahaya Untuk Paru-Paru, Sebabkan Kanker Dan Menurunkan Peluang Mempunyai Anak"

Poskan Komentar