Minum Air Dingin Setelah Makan Picu Serangan Jantung

Bagi para pecinta kuliner tidak mudah melawan godaan berbagai jenis makanan yang ada sekarang. Berbagai macam gerai makanan mulai menjamur dan menjual semua jenis makanan baru maupun jenis makanan klasik yang sudah ada dari jaman dahulu. Tidak hanya makanan, berbagai macam minuman pun sudah banyak dijual dengan berbagai kemasan. Minuman dingin menjadi pilihan sebagian besar masyarakat Indonesia setelah menyantap makanan. 

Namun perlu diketahui bahwa menenggak minuman dingin apalagi yang manis seperti es teh dan sirup setelah menyantap makanan adalah hal yang buruk. Kebiasaan ini jika dilakukan terus menerus akan berakibat menimbulkan penyakit kronis seperti gangguan ginjal, diabetes dan yang paling berbahaya adalah memicu serangan jantung.




Setelah makanan masuk kedalam perut, makanan akan mengalami proses pencernaan didalam tubuh dimana nutrisi pada makanan akan diserap dan sisanya akan dikeluarkan melalui feses. Pada saat mencerna makanan, tubuh mengeluarkan panas yang kekuatannya setara dengan panas yang mampu melelehkan timbal. Proses pemanasan ini yang menyebabkan tubuh mengeluarkan keringat. 

Dengan tingginya suhu yang terjadi didalam tubuh, sangat tidak dianjurkan langsung mengkonsumsi air dingin. Karena air dingin mampu menurunkan kinerja jantung dan mengganggu proses pencernaan. Selain itu, dengan mengkonsumsi air dingin, lemak yang ada dalam makanan tidak dapat diproses secara sempurna karena suhu dingin membuat lemak menjadi keras dan menggumpal. Hal ini sangat berbahaya karena jika lemak yang menggumpal masuk kedalam darah akan mempengaruhi kinerja pembuluh darah dan memaksa jantung memompa darah lebih kencang. Kondisi inilah yang mampu memicu stroke dan serangan jantung.

Selain memicu serangan jantung, mengkonsumsi air dingin setelah makan juga membuat perut seseorang mudah menjadi buncit karena proses pencernaan yang terganggu dan lemak yang menumpuk. Tidak heran di Indonesia banyak sekali orang berperut buncit baik wanita maupun pria.

Di beberapa negara-negara di Asia seperti Jepang dan Cina memiliki kebiasaan mengkonsumsi air hangat atau teh hijau setelah makan besar. Teh yang dikonsumsi adalah teh tanpa gula karena minum minuman manis setelah makan juga mampu meningkatkan resiko seseorang terkena diabetes.

Orang-orang di Jepang dan Cina biasanya mengambil jeda setelah makan sebelum mengkonsumsi teh hijau. Karena jika terlalu banyak cairan yang masuk kedalam perut setelah makan akan mengganggu enzim pencernaan. Sebaiknya minum setelah 10-15 menit setelah makan. 

Kebiasaan mengkonsumsi teh hijau oleh orang Jepang dan Cina terbukti ampuh mempertahankan bentuk tubuh mereka. Kebiasaan ini sebenarnya dapat diterapkan di Indonesia jika saja masyarakat Indonesia lebih waspada terhadap efek buruk kebiasaan minum air dingin setelah makan.

Semoga bermanfaat.

Sumber : alodokter.com

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Minum Air Dingin Setelah Makan Picu Serangan Jantung"

Posting Komentar