Kenali Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD), Penyebab Dan Pencegahannya Sebelum Terlambat

DBD atau Demam Berdarah Dengue merupakan jenis penyakit demam akut yang disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dengan genus Flavivirus yaitu virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus.

foto : blogdokter.net

Ciri-ciri nyamuk Aedes Agypti dan Aedes Albopictus adalah :

foto : dubrovnik.com
  • Tubuh berwarna hitam dengan belang-belang putih atau loreng diseluruh tubuh.
  • Habitatnya pada genangan air yang tidak berhubungan langsung dengan tanah seperti tempayan, ember bekas atau tempat apapun yang mampu menampung air. Nyamuk ini tidak bisa hidup di selokan atau got.
  • Aktif mencari mangsa pada pagi dan sore hari
  • Mampu terbang hingga sejauh 100 meter

Penyakit DBD tidak menular melalui kontak fisik penderitanya, hanya melalui dua jenis nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. 

Namun virus ini mudah sekali menyerang anak-anak karena sistem kekebalan tubuh mereka yang belum sempurna.

foto : alodokter.com

Virus dengue memiliki masa inkubasi 3-15 hari dari pertama kali penderita digigit nyamuk pembawa virus. Disusul oleh demam tinggi sekitar 40 derajat Celcius selama 3 hari berturut-turut. 

Gejala penderita DBD bisa dilihat dari tanda-tanda seperti berikut ini :

  • Terasa mual
  • Muntah-muntah. Untuk kasus yang sudah parah, penderita bisa mengalami muntah darah.
  • Kelelahan
  • Terasa nyeri pada sendi dan otot
  • Sakit kepala
  • Terasa sakit dibelakang mata
  • Demam tinggi hingga 40 derajat Celcius
  • Mengalami pendarahan ringan seperti mimisan, gusi berdarah dan mudah memar
  • Muncul ruam pada kulit dan berwarna merah 3-4 hari setelah demam

Di Indonesia pada tahun 2013 tercatat ada 112.511 kasus DBD dengan 871 korban meninggal dunia. Di tahun berikutnya, 2014, kasus DBD di Indonesia menurun menjadi 71.668 dengan 641 korban meninggal dunia.

Dengan banyaknya kasus DBD, menempatkan Indonesia sebagai  negara dengan kasus DBD tertinggi di Asia Tenggara dan nomor 2 di dunia setelah Brasil.

Sampai saat ini belum ditemukan vaksin khusus untuk virus dengue, Pengobatan dan penanganan yang diberikan selama ini hanya sebatas penanganan untuk penurunan demam tinggi, pencegahan dehidrasi dan penghilang rasa nyeri di sendi dan otot.


Jika Demam Berdarah Dengue masih pada tahap gejala, dapat diatasi dengan meminum banyak cairan dan beristirahat. 

Selain itu, disarankan untuk mengkonsumsi paracetamol untuk penurun panas dan acetaminophen sehingga penderita bisa pulih dalam 2 hari.

foto : medimoon.com

Namun perlu diperhatikan dalam pemberian obat pereda nyeri. Hindari obat-obatan yang mengandung ibuprofen, aspirin dan sodium karena dapat memicu pendarahan internal.

Selain penanganan pertama untuk penderita DBD, sebagai pencegahan perlu diperhatikan juga kondisi lingkungan sekitar. 
  • Ciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. 
  • Pastikan sekitar rumah tidak ada tempat air yang tergenang.
  • Pastikan kondisi tempat penyimpanan air selalu tertutup. 
  • Bila perlu gunakan lotion anti nyamuk di pagi dan sore. 
  • Kuras bak mandi secara teratur sehingga nyamuk tidak mempunyai kesempatan untuk berkembang biak.
foto : jaaspos.wordpress.com

Lebih baik mencegah daripada mengobati.

Jika bermanfaat, mohon share artikel ini,

terima kasih.


referensi :

"Gejala Penyakit Demam Berdarah." gejalapenyakit.com. 23 Oktober 2013. 12 Maret 2017.<http://www.gejalapenyakit.xyz/gejala-penyakit-demam-berdarah/

"Demam Berdarah." demamberdarah.org. 12 Maret 2017.<http://demamberdarah.org/

"Pengertian Demam Berdarah." alodokter.com. 12 Maret 2017.<http://www.alodokter.com/demam-berdarah

Abdullah, dr.Rozi. "Demam Berdarah Dengue." bukusakudokter.org. 12 April 2013. 12 Maret 2017.<https://bukusakudokter.org/2013/04/12/demam-berdarah-dengue/

Komentar

Populer