Cara Menahan Emosi Selama Bulan Puasa


Bagi umat Islam, menjalankan bulan puasa di bulan Ramadhan merupakan kewajiban yang harus ditunaikan selama satu bulan penuh. Kecuali bagi yang berhalangan dan yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Tujuan dari menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadhan adalah untuk merasakan apa yang dirasakan oleh kaum dhuafa, yaitu ikut merasakan menahan lapar dan dahaga.



Namun, berpuasa di bulan Ramadhan tidak hanya menahan lapar dan dahaga saja. berpuasa di bulan Ramadhan juga bertujuan untuk melatih jiwa dan raga kita untuk menahan segala hawa nafsu yang ada di diri kita. Salah satunya menahan emosi.

Tidak mudah memang untuk menahan emosi dalam kondisi perut kita yang kosong dan tenggorokan yang kering. Selain itu, terkadang pada saat kita bulan puasa seakan-akan alam semesta bersatu dan bersengkokol untuk membuat emosi kita menjadi meledak. Bisa dari teman kerja yang bikin jengkel, atasan yang rewel atau segala sesuatunya tidak sesuai dengan yang kita perkirakan.

Di bulan puasa inilah kesempatan kita untuk melatih dan mengendalikan emosi agar tidak membatalkan pahala ibadah puasa kita. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan agar kita mampu mengendalikan emosi :

Jangan langsung bereaksi untuk menanggapi.

Biasanya saat terjadi masalah yang memicu emosi, tubuh akan merespon dengan otot-otot yang menegang dan jantung berdetak lebih kencang untuk memompa darah. Jika hal ini terjadi, sebaiknya segera mengucapkan istighfar dan tarik nafas dalam-dalam serta tunggu sesaat agar otot-otot kita segera mengendur dan detak jantung kembali normal.

Untuk membantu meredakan situasi, sebaiknya kita beranjak meninggalkan penyebab emosi. Kita bisa keluar ruangan mencari udara segar atau pergi menyendiri ke ruangan lain. Setelah emosi kita mereda, tanamkan dalam alam bawah sadar kita bahwa emosi tidak akan menyelesaikan masalah.

Alihkan kepada hal-hal yang positif.

Terkadang menekan emosi dan memendamnya tidak baik untuk kesehatan. Bisa jadi bibit penyakit didalam tubuh. Emosi yang dipendam sebaiknya dicarikan pelampiasan. Pelampiasan yang positif tentunya.

Beberapa contoh pelampiasan yang positif antara lain bercerita dengan orang yang dekat dengan kita seperti pasangan atau teman dekat yang bisa kita percaya untuk mendengar tentang masalah yang terjadi. Memang terkadang tidak selalu menyelesaikan masalah tapi paling tidak sedikit mengurangi beban masalah kita.

Selain bercerita dengan orang lain, pelampiasan emosi bisa dilakukan dengan olahraga seperti boxing atau kick boxing di gym untuk yang menyukai kegiatan fisik. Pelampiasan juga bisa dilakukan melalui tulisan pada blog atau diary pribadi. Meditasi juga dipercaya mampu menjadi alternatif untuk melepaskan emosi negatif yang ada didalam diri kita.

Bayangkan hal-hal yang menyenangkan.

Setelah kita berhasil melatih untuk mengubah emosi negatif menjadi positif, langkah selanjutnya adalah membayangkan hal-hal yang membuat kita senang. Cara ini bisa dimulai dengan mensyukuri apa yang sudah kita capai dan kita dapatkan sekarang. 

Perhatikan disekitar kita. Apa saja yang sudah kita capai selama ini. Karir, keluarga, rumah pribadi, kendaraan pribadi. Pasti ada yang sudah kita capai yang patut kita syukuri. Dengan banyak bersyukur, hidup akan terasa lebih ringan dan bahagia.

Hilangkan dendam terhadap penyebab emosi.

Setelah tubuh dan jiwa kita tenang, ada baiknya kita mulai memaafkan atau memaklumi apa yang menjadi pemicu masalah emosi kita. Berusaha memahami bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini.

Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, bahkan diri kita. Tidak ada yang sempurna di dunia ini dan kita hanya bisa sebatas berusaha. Jadi jika sesuatu hal terjadi tidak sesuai dengan keinginan kita, terima saja dan berusaha lebih keras untuk memperbaiki.

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang mulia dimana kita diberi kesempatan emas untuk mendapatkan pahala sebanyak-sebanyaknya dengan melatih tubuh dan jiwa kita untuk menjadi lebih baik lagi. Di bulan Ramadhan ini tubuh kita dilatih untuk disiplin dalam mengatur waktu makan dan beribadah. Tujuannya adalah setelah bulan puasa berakhir, kita masih istiqomah dalam beribadah tepat waktu dan dapat mengendalikan hawa nafsu yang ada didalam diri kita.

Semoga bermanfaat.


foto by deherba.com

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Cara Menahan Emosi Selama Bulan Puasa"

Posting Komentar