Cara Mudah Turunkan Berat Badan Dengan Mengkonsumsi Makanan Pedas Secara Teratur


"Capsaicin adalah mekanisme pertahanan alami dari beberapa tanaman untuk melindungi diri dari mamalia yang akan memakan tanaman tersebut."

Masalah berat badan masih menjadi fokus bagi sebagian besar orang karena angka obesitas dari tahun ke tahun terus meningkat. Banyak faktor yang mempengaruhi angka obesitas di Indonesia, salah satunya adalah munculnya banyak gerai makanan yang menawarkan berbagai macam makanan cemilan yang menggugah selera.

Sebut saja seblak, ice kepal, makaroni telor, sosis bakar, kebab, dll. Makanan-makanan tersebut disajikan dengan kemasan yang menarik sehingga banyak pembeli yang berdatangan. Belum lagi ketika salah satu makanan menjadi viral, semakin banyak pembeli yang penasaran dan ingin mencicipi.

Baru setelah lingkar pinggang melebar atau pakaian terasa sempit, kita menyesal sudah kebanyakan jajan sembarangan. Jika kondisinya sudah seperti ini, biasanya kita jadi fokus ke penurunan berat badan dengan mulai mencari berbagai macam cara diet menurunkan berat badan.


Diet-diet yang menjadi pilihan biasanya merupakan diet yang umum dan dikenal masyarakat luas seperti diet keto, diet mayo, diet OCD atau diet golongan darah. Padahal ada lagi pilihan diet yang bisa dijalankan dan mudah karena diet ini merupakan kebiasaan sebagian besar masyarakat indonesia, yaitu diet capsaicin atau diet dengan mengkonsumsi makanan pedas.

Makanan pedas sudah menjadi atribut sehari-hari masyarakat Indonesia. Sudah tertanam dalam benak kita bahwa makan tidak enak jika tidak terasa pedas. Kebiasaan makan pedas yang seperti ini bisa digunakan untuk menurunkan berat badan karena makanan pedas yang mengandung capsaicin mampu membantu tubuh membakar kalori lebih banyak.
Makanan pedas

Makanan pedas adalah makanan yang ketika dimakan memberikan sensasi panas atau terbakar pada lidah. Sensasi panas dan terbakar didapat dari suatu zat kimia yang disebut capcaisin. Capsaicin terkandung dalam cabai dan cabe rawit yang biasanya digunakan sebagai bahan tambahan yang memberikan sensasi pedas pada makanan.

Berikut beberapa fakta menarik tentang makanan pedas yang jarang diketahui orang :

Pecinta makanan pedas bukan hanya masyarakat Indonesia saja

Sudah menjadi rahasia umum bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia gemar menyantap makanan pedas. Bahkan di beberapa daerah tertentu di Indonesia terkenal dengan makanan khas nya yang pedas. Ternyata, penikmat masakan pedas bukan hanya warga negara Indonesia saja.

Masyarakat di negara-negara seperti Thailand, Mexico, China, India dan Etiopia juga gemar mengkonsumsi makanan pedas. Seperti India contohnya, makanan-makanan disana kebanyakan menggunakan campuran rempah-rempah. Sedangkan di Mexico kebanyakan makanannya mengandung cabai dalam jumlah banyak.

Makanan pedas menjadi tren karena adanya level kepedasan didalamnya

Beberapa tahun belakangan, sempat viral makanan pedas berlevel mulai dari mie, keripik hingga makanan yang berasal dari Sunda, yaitu seblak. Mungkin sistem level ini yang membuat orang-orang menjadi penasaran dan ingin mencobanya.

Level terendah dimulai dari level 1 (satu) yang rasanya tidak terlalu pedas. Level tertinggi biasanya di level 10 (sepuluh) dimana rasa pedas tidak dapat ditolerir bagi sebagian orang, termasuk saya. Mungkin hanya level 1 yang bisa saya konsumsi karena saya masih sayang sama organ pencernaan saya.

Makanan pedas merupakan makanan anti-mikroba

Rempah-rempah atau bahan yang membuat makanan menjadi pedas ternyata memberi manfaat lebih yaitu membuat makanan menjadi anti-mikroba. Mungkin rasa panas dan pedas membuat mikroba dalam makanan tidak dapat berkembang bebas. Lidah kita aja kepedasan dan kepanasan, apalagi mikroba yang berukuran sangat kecil.

Negara yang bersuhu panas membuat penduduknya menyukai makanan pedas

Ternyata negara-negara yang bersuhu panas atau negara-negara tropis, masyarakatnya gemar sekali mengkonsumsi makanan pedas. Makanan pedas yang dikonsumsi akan membuat tubuh merasakan panas dan mengeluarkan keringat. Keringat yang keluar dan menguap di permukaan kulit akan membantu mendinginkan suhu tubuh.

Hal serupa juga dinyatakan oleh hasil survey yang dilakukan oleh BBC bahwa penggunaan rempah-rempah meningkat seiring naiknya suhu tahunan rata-rata. Faktor lain yang menyebabkan masyarakat negara tropis menyukai makanan pedas adalah rempah-rempah membuat makanan lebih awet di suhu yang panas. Tidak cepat membusuk dan membuat makanan lebih enak.

Rasa pedas memberikan sensasi baru pada makanan

Rasa dalam makanan dijadikan perimeter oleh manusia untuk menentukan apakah suatu makanan aman untuk disantap. Jika dirasa aman untuk dikonsumsi, manusia secara otomatis menyukainya.

Nah, rasa pedas memberikan sensasi baru pada makanan. Makanan pedas memberikan tantangan untuk disantap. Manusia tahu bahwa rasa pedas akan menyiksa organ pencernaan namun dorongan adrenalin dan rasa ingin tahu yang memaksa mereka untuk tetap mengkonsumsinya.

Muncul reaksi terbakar pada organ pencernaan

Ketika mengkonsumsi makanan pedas, muncul reaksi fisiologis pada organ pencernaan yaitu reaksi terbakar dimulai mulut, lidah, tenggorokan dan perut. Suhu atau temperatur dalam mulut dan tubuh akan meningkat. 

Efek selanjutnya akan muncul keringat sebagai usaha tubuh untuk mendinginkan temperatur badan. Reaksi paling parah adalah menyebabkan mual dan muntah. 

Efek Buruk Makanan Pedas

Dari fakta-fakta tentang makanan pedas yang telah dijelaskan sebelumnya, bisa kita simpulkan ada beberapa efek buruk dari mengkonsumsi makanan pedas, yaitu :

Menurunkan jumlah bakteri baik pada usus

Kandungan capsaicin dalam makanan pedas mampu membunuh jumlah bakteri yang baik didalam usus. Makanan pedas merupakan makanan anti-mikroba sehingga mampu mempengaruhi jumlah bakteri baik pada usus yang dapat mengganggu kerja usus.

Memberikan efek buruk pada saluran pencernaan

Capsaicin terdapat di dalam minyak pada cabai dan jika dikonsumsi terlalu banyak mampu mengiritasi kulit dan selaput lendir. Efek ini juga dapat berpengaruh pada saluran pencernaan dari mulut, lidah, tenggorokan hingga perut.

Membuat dinding lambung mengalami kerusakan

Jika makanan pedas dikonsumsi berlebihan akan memberikan efek buruk pada pencernaan dan menimbulkan gangguan pencernaan seperti maag akut, tukak lambung yang disebabkan oleh rusaknya lapisan pelindung dinding lambung.


baca juga : 4 Bahan Alami Untuk Atasi Tukak Lambung

Manfaat mengkonsumsi makanan pedas

Meskipun terdengar mengerikan karena memberikan efek buruk pada tubuh, namun mengkonsumsi makanan pedas pun ada manfaatnya, seperti :

1. Makanan pedas membakar kalori lebih banyak

Jika mengkonsumsi makanan pedas yang mengandung banyak sekali capsaicin akan membantu tubuh membakar kalori lebih banyak. Capsaicin yang masuk ke dalam tubuh akan mengacaukan sinyal dari syaraf pusat ke otak dan menyebabkan munculnya perasaan kenyang dan puas lebih cepat. Selain itu, terganggunya sinyal syaraf juga menurunkan nafsu makan.

2. Mempengaruhi jumlah hormon

Selain mengacaukan sinyal dari sel syaraf pusat terhadap otak, capsaicin juga mempengaruhi jumlah hormon di dalam tubuh. Terganggunya hormon juga mempengaruhi nafsu makan seseorang dan memberikan perasaan kenyang lebih cepat.

3. Meningkatkan proses metabolisme

Sensasi panas dan pedas yang diberikan oleh makanan pedas mampu meningkatkan suhu tubuh yang memaksa tubuh membakar kalori sehingga mengeluarkan keringat dan menurunkan suhu tubuh dengan penguapan keringat di permukaan kulit yang memberikan sensasi dingin.

4. Menstimulasi organ pencernaan

Makanan pedas yang masuk ke dalam tubuh dan diproses didalam pencernaan manusia akan menstimulasi organ pencernaan untuk meningkatkan produksi enzim pencernaan dan produksi asam lambung. Enzim pencernaan akan membantu tubuh membuang zat-zat yang tidak dipakai seperti lemak yang berlebih.

Mengkonsumsi makanan pedas sebaiknya dimulai secara perlahan-lahan. Mulailah dengan membiasakan lidah kita dengan rasa pedas sedikit demi sedikit. Lakukan latihan mengkonsumsi makanan pedas setiap hari namun jangan terlalu banyak. Tunggu agar lidah kita beradaptasi.

Setelah lidah kita mampu mentolerir rasa pedas dari suatu makanan, tetap pada level tersebut untuk beberapa waktu kedepan. Jika dirasa sudah tidak terlalu pedas bisa ditambahkan sedikit atau naik satu level. Jika perut kita mempunyai masalah lambung sebaiknya jangan mengkonsumsi makanan pedas terlalu sering. Beri jeda agar pencernaan kita tidak dipaksa terus menerus mengolah makanan pedas.

Semua yang ada didunia ini dan bersifat alami adalah hal yang bagus yang sudah diciptakan oleh Yang Maha Kuasa untuk kita. Namun jika kita mengekploitasi atau menggunakannya berlebih, hanya akan membawa kesengsaraan.

baca juga : 5 Makanan Penyebab Peradangan Pada Perut

Semoga bermanfaat.




Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Cara Mudah Turunkan Berat Badan Dengan Mengkonsumsi Makanan Pedas Secara Teratur"

Posting Komentar