5 Kanker Paling Mematikan Di Dunia



Take care of your body. It's the only place you have to live in.
-anonymous- 

Bicara masalah kesehatan pasti tidak lepas dari yang namanya penyakit. Di dunia ini banyak sekali jenis penyakit dari yang ringan hingga yang mematikan. Jenis penyakit ringan biasanya mudah untuk diobati atau bahkan dapat sembuh sendiri karena sistem kekebalan tubuh manusia dapat mengatasinya. Namun, jenis penyakit mematikan memerlukan usaha ekstra untuk mengobatinya. Mulai dari pola hidup sehat, rutin mengkonsumsi obat dan terapi-terapi lainnya yang diperlukan untuk memberantas penyakit jenis ini.

Salah satu jenis penyakit mematikan adalah KANKER. Jika seseorang sudah di vonis mengidap kanker, seakan-akan sudah runtuh semua dunianya. Meskipun banyak yang berhasil bertahan bahkan dapat sembuh total.  

Kanker adalah pembunuh nomor 2 di dunia setelah penyakit kardiovaskular. Kanker termasuk penyakit yang tidak dapat dikontrol pertumbuhan dan perkembangannya. Penyakit ini muncul karena pertumbuhan sel-sel abnormal tidak terkendali dan menyebabkan jaringan tubuh yang normal mengalami kerusakan. 

baca juga : Cara Ampuh Hindari Kanker Serviks

Faktanya, setiap manusia memiliki sel kanker di dalam tubuhnya dan tidak terlihat hingga jumlahnya bertambah hingga milyaran sel. Jadi, semua orang memiliki resiko yang sama terserang kanker. Yang menentukan naik atau turunnya resiko tersebut adalah diri kita sendiri.

Untuk mencegah sel kanker tumbuh dan berkembang, ketahanan tubuh atau imunitas tubuh perlu dijaga dengan cara menerapkan pola hidup yang sehat seperti berolahraga teratur, menjaga pola makan dan menciptakan lingkugan yang sehat. Olahraga teratur dapat menjaga suplai oksigen didalam tubuh terutama di dalam darah terpenuhi sehingga sel kanker tidak dapat tumbuh dan berkembang. Karena lingkungan yang kaya akan oksigen menekan jumlah sel kanker agar tidak berkembang. 

Fakta seputar kanker
  • Berdasarkan data dari WHO (World Health Organization), angka kematian yang disebabkan oleh kanker naik mendekati 10 juta kasus di tahun 2018 dan ditemukan 18.1 juta kasus baru.
  • IARC (International Agency for Research on Cancer) pernah mengadakan survey jumlah penderita kanker di 185 negara dengan 36 jenis kanker dan hasilnya adalah satu dari lima pria dan satu dari enam wanita akan mengidap kanker saat hidupnya. Sedangkan satu dari delapan pria dan satu dari sebelas wanita akan meninggal akibat kanker.
  • Hampir separuh dari kasus-kasus baru kanker serta hampir lebih dari separuh jumlah kasus kematian ditemukan di Benua Asia.
  • Jumlah penderita kanker terus meningkat dari tahun ke tahun dan 70% dari seluruh kasus kanker di dunia terjadi di dunia berkembang.
  • Di Indonesia, kanker payudara menempati posisi pertama yang paling banyak diderita oleh wanita dan disusul oleh kanker leher rahim, sedangkan untuk laki-laki kasus yang paling banyak adalah kanker paru-paru dan kanker usus.
  • Setiap orang beresiko terkena kanker dan resikonya akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Dari data yang ada, sekitar 70% kasus kanker diderita oleh orang berusia diatas 55 tahun.
  • Kanker adalah penyakit pikiran, tubuh dan jiwa dimana kondisi tubuh yang terus menerus mengalami stres akan mudah terserang kanker. 
Dewasa ini, penyebab seseorang terjangkit kanker bukan lagi kemiskinan dan infeksi, melainkan pola hidup tidak sehat seperti obesitas, alkohol dan merokok. Diantara lebih dari 100 jenis kanker yang dapat menyerang setiap bagian tubuh, terdapat 5 kanker paling mematikan di dunia. Kelima kanker paling mematikan tersebut adalah :

1. Kanker Paru-paru




Sesuai dengan namanya, kanker paru-paru menyerang organ pernafasan manusia yang bertugas menghirup oksigen dan membuang karbondioksida melalui hidung. Sel-sel dalam paru-paru mengalami pertumbuhan yang tidak normal dan tidak terkendali setelah terkena pengaruh radikal bebas yang masuk kedalam tubuh. Penyebab kanker paru-paru salah satunya adalah kebiasaan merokok sehingga kanker paru-paru merupakan jenis kanker yang paling umum terjadi.

Bisa diperhatikan, khususnya di Indonesia, begitu banyak sekali perokok dan jumlahnya terus meningkat setiap tahunnya. Radikal bebas dari asap rokok tidak hanya menyerang para perokok aktif, tetapi juga menyerang perokok pasif. Sebaiknya hindari asap rokok sedari dini karena meskipun kanker paru-paru menjadi kanker paling mematikan namun kanker jenis ini masih bisa dihindari. 

baca juga : Penyebab Jumlah Perokok Di Indonesia Terus Meningkat

Di Indonesia, kanker paru-paru menjadi penyakit nomor satu yang diderita oleh pria dan menjadi penyakit nomor 4 yang diderita oleh wanita. Pada tahun 2018, jumlah penderita kanker paru-paru yang meninggal mencapai 1,8 juta jiwa. Gejala awal kanker paru-paru awalnya tidak selalu terlihat jelas hingga muncul batuk yang berkepanjangan dan disusul oleh batuk berdarah, sesak nafas, mudah lelah dan berat badan menurun secara drastis. Gejala awal biasanya akan terlihat saat penderita memasuki usia 40 dan semakin parah diatas usia 70 tahun.

2. Kanker Payudara




Kanker payudara sudah akrab di telinga masyarakat Indonesia. Prevalensi tumor atau kanker di Indonesia adalah 1,4 per 1000 penduduk atau jika dihitung rata-rata sekitar 330.000 orang terkena kanker di tahun 2013. Berdasarkan data dari Globocan tahun 2018, ditemukan kasus kanker payudara sebanyak 58.236 kasus di Indonesia.

Banyak yang mengira kanker payudara hanya di derita oleh wanita, tapi ternyata kanker payudara juga dapat menjangkiti pria meskipun tingkat resikonya tidak tinggi dan kasusnya jarang sekali terjadi.

Kanker payudara merupakan kondisi tidak normal dari sel-sel yang terdapat pada payudara. Seperti halnya kanker paru-paru, sel-sel pada payudara tumbuh tidak normal dan terus berkembang. Kanker dapat muncul pada kelenjar yang memproduksi asi dan saluran yang berfungsi untuk mengeluarkan asi. Selain itu, kanker juga dapat menjangkiti jaringan lemak dan jaringan ikat pada payudara.

baca juga : Konsumsi Nangka Untuk Menangkal Kanker

Ada beberapa mitos yang berkembang di masyarakat tentang kanker payudara, antara lain : 

Banyak yang berpendapat bahwa wanita yang memiliki latar belakang keluarga pengidap kanker akan terjangkit kanker payudara. Padahal, semua wanita memiliki resiko yang sama terkena kanker payudara. Sekitar 70% wanita yang menderita kanker payudara tidak berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang pengidap kanker. Hanya saja jika mempunyai anggota keluarga yang dekat seperti ibu atau saudara perempuan yang mengidap kanker, resiko terkena kanker payudara akan meningkat.

Menggunakan breast holder atau BH atau bra yang berkawat dapat meningkatkan resiko terkena kanker payudara. Ternyata, sudah dilakukan penelitian mengenai penggunaan bra yang berkawat dan hasilnya penggunaan bra tersebut tidak ada hubungannya dengan munculnya kanker payudara.

Ada yang berpendapat bahwa wanita yang memiliki payudara berukuran kecil, memiliki resiko lebih rendah terkena kanker payudara. Pendapat tersebut tidak sepenuhnya tepat karena ukuran payudara tidak mempengaruhi resiko terkena kanker payudara. Hanya saja, pada wanita dengan ukuran payudara yang besar lebih sulit untuk mendeteksi adanya kanker payudara.

Kanker payudara biasanya ditandai dengan munculnya tumor yang berbentuk seperti benjolan, namun bukan berarti semua benjolan yang ada di tubuh kita menandakan adanya kanker. Khusus untuk kanker payudara, selain benjolan, gejala awalnya adalah pembengkakan, iritasi pada puting yang memerah atau bersisik.

Kebiasaan mengkonsumsi kafein pernah dikaitkan sebagai penyebab munculnya kanker tapi ternyata tidak ada korelasi antara mengkonsumsi kafein dengan kanker.

Wanita yang memiliki berat badan berlebih memiliki resiko yang sama dengan wanita yang memiliki berat badan normal. Faktanya, wanita yang menderita obesitas memiliki resiko terkena penyakit kanker payudara lebih tinggi dari wanita yang memiliki berat badan normal terutama setelah memasuki masa menopause.

baca juga : Turunkan Berat Badan Dengan Tidak Membatasi Makanan

3. Kanker Usus

sumber : kondisiumum.com

Kanker usus atau yang lebih dikenal dengan kanker usus besar merupakan penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel secara abnormal yang terjadi pada saluran pencernaan manusia. Kanker ini menyerang bagian terakhir dari sistem pencernaan manusia. Kanker yang satu ini dapat menyerang siapa saja di segala umur namun sekitar 90% penderitanya merupakan lansia berumur diatas 60 tahun.

baca juga : 5 Makanan Penyebab Peradangan Pada Perut

Hampir semua kasus kanker usus diawali oleh pembentukan polip adenoma atau gumpalan-gumpalan kecil yang menyebar ke seluruh tubuh dan menjadi tidak terkendali. Pada kasus kanker usus besar, pertumbuhan sel abnormal terjadi pada usus besar bagian dalam yang tumbuh dan menghancurkan sel-sel sehat di sekitarnya bahkan di beberapa kasus dapat menyebar ke area lain di seluruh tubuh.


Muncul dugaan bahwa terjadinya mutasi genetik pada kanker usus besar dipengaruhi oleh faktor keturunan. Dimana berarti kanker usus diturunkan ke generasi berikutnya yang artinya jika ada anggota keluarga yang menderita kanker usus, anggota keluarga lainnya beresiko mengalami hal yang sama.


Penyebab kanker usus sangat banyak macamnya dan sebagian besar disebabkan oleh kebiasaan hidup tidak sehat, seperti :


  • Terlalu banyak dan sering mengkonsumsi daging merah
  • Kurang mengkonsumsi serat
  • Gemar mengkonsumsi minuman beralkohol
  • Perokok aktif
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Berusia diatas 50 tahun
  • Mempunyai penyakit radang kronis pada area usus besar
  • Penderita diabetes
  • Jarang Berolahraga
  • Memiliki orang tua atau saudara kandung yang menderita kanker usus besar
  • Mengalami gangguan genetika yang menyebabkan tumbuhnya polip adenoma di di dalam sel. 

4. Kanker Hati


sumber : qncobatdiabetesmellitus.com

Kanker hati adalah kondisi dimana sel-sel di dalam hati bermutasi menjadi abnormal dan membentuk tumor dan bukan disebabkan oleh penyebaran sel kanker dari organ lain. Kanker hati dimulai dari organ hati dan dapat menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh manusia. 

Hati manusia merupakan satu dari sekian banyak organ yang mempunyai peranan penting di dalam tubuh. Fungsi hati antara lain menyaring racun sehingga menghasilkan darah yang bersih dari zat-zat berbahaya dari obat-obat atau alkohol. Selain membersihkan darah,hati juga menghasilkan empedu yang membantutubuh mencerna nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dan hati juga berfungsi mengontrol pembekuan darah.


Statistik kanker hati sangat mengerikan. Di tahun 2015, menurut riset yang sudah dilakukan oleh WHO (World Health Oganization), kanker hati menjadi penyebab kematian 700.000 jiwa dari total jumlah 9 juta kematian yang disebabkan oleh kanker. Jumlah ini mengukuhkan kanker hati sebagai salah satu dari 5 jenis kanker paling mematikan.

Secara garis besar kanker hati terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

Kanker hati primer

Kanker hati primer merupakan kanker yang berasal dan tumbuh pertama kali di organ hati. Contoh kanker hati primer yang paling sering ditemui adalah hepatocellular carcinoma. Kanker hati jenis ini biasanya muncul akibat dari komplikasi penyakit hati, seperti sirosis atau peyakit radang hati (hepatitis).
Untuk jenis kanker hati primer lain yang jarang terjadi adalah hepatoblastoma dan angiosarcoma

Hepatoblastoma merupakan jenis kanker hati yang menyerang anak-anak, sedangkan angiosarcoma adalah kanker hati yang tumbuh dan berkembang di sel-sel pembuluh darah pada organ hati. Selain, ketiga jenis kanker tersebut, ada satu kanker hati lagi yang juga jarang terjadi kasusnya yaitu cholangiocarcinoma. Cholangiocarcinoma merupakan jenis kanker hati primer yang menyerang dan berkembang di saluran empedu manusia.

Kanker hati sekunder

Berbeda dengan kanker hati primer yang tumbuh dan berkembang di dalam hati, kanker hati sekunder merupakan kelainan atau gangguan yang disebabkan oleh organ lain dan menyebar ke hati. Kanker yang mampu menyebar menuju hati antara lain kanker usus, lambung, paru-paru dan payudara. Kanker yang masuk kedalam hati dan menyerang sel-sel di dalamnya tidak serta merta disebut dengan kanker hati melainkan kanker metastasis atau kanker yang menyebar.

5. Kanker Pankreas


sumber : jurnas.com

Pankreas merupakan salah satu organ tubuh yang sangat penting karena pankreas memastikan tubuh mendapatkan nutrisi dari yang apa kita makan. Pankreas juga memproduksi insulin untuk mengatur kestabilan gula darah di dalam tubuh. semua fungsi tersebut tidak akan berjalan ketika sel-sel dalam pankreas mengalami mutasi. Sel-sel yang bermutasi akan menumpuk dan memunculkan tumor pada lapisan pankreas.Kanker pankreas dapat menyerang siapa saja baik pria maupun wanita dan biasanya banyak tejadi pada lansia yang berumur 75 tahun.

Kanker pankreas mendapatkan julukan silence disease atau penyakit diam karena gejalanya tidak terlihat dan baru terasa ketika kanker sudah menyebar. Ketika kanker sudah menyebar di pankreas akan susah untuk melakukan proses pengangkatannya. Inilah yang membuat kanker pankreas termasuk salah satu dari 5 kanker mematikan.

Penyebab kanker pankreas belum dapat diketahui pasti hanya saja beberapa kebiasaan buruk atau pola hidup tidak sehat mampu memicu munculnya kanker jenis ini. Beberapa faktor yang paling mungkin menyebabkan kanker pankreas, antara lain :

  • Kebiasaan merokok yang jelas mampu meningkatkan resiko terkena beberapa penyakit mematikan.
  • Usia lanjut yang memungkinkan mudah sekali terserang penyakit karena kemampuan tubuh yang sudah menurun.
  • Penderita diabetes.
  • Menderita pankreatitis kronis dan sirosis hati
  • Faktor keturunan
  • Diet tinggi lemak
  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Kurang berolahraga
  • Gejala kanker pankreas


Gejala kanker pankreas sangat susah untuk dideteksi karena sesuai namanya, penyakit diam, kanker pankreas baru dapat dideteksi setelah sel kankernya menyebar. Namun, ada beberapa gejala yang dapat diidentifikasi seiring berkembangnya kanker didalam pankreas seperti :

  • Nyeri pada tubuh bagian belakang 
  • Mata berubah warna menjadi kuning
  • Nafsu makan yang menurun secara drastis
  • Depresi
  • Urin yang dikeluarkan berwarna kuning gelap
  • Tubuh terasa sakit
  • Tubuh terasa lemah dan lelah
  • Diabetes
  • Tubuh mengalami demam dan menggigil
  • Tubuh terasa gatal
  • Darah mudah mengalami penggumpalan
  • Perut terasa mual dan muntah
  • Gangguan pencernaan
  • Perubahan pola buang air besar
Dari kelima kanker yang sudah disebutkan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa menjaga kesehatan tubuh sejak dini sangat diperlukan karena ketika usia memasuki masa tua, tubuh menjadi rentan terhadap penyakit mematikan. Pola hidup harus dilakukan mulai dari sekarang, tidak ada kata nanti. Karena nanti hanya akan menimbulkan penyesalan. Hindari rokok dan jaga agar berat badan tetap dalam berat yang normal serta jangan lupakan olahraga.

Semoga bermanfaat.

sumber :
alodokter.com
hellosehat.com
liputan6.com

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "5 Kanker Paling Mematikan Di Dunia "

Post a Comment