3 Masalah Kesehatan Yang Paling Utama Di Indonesia


ilustrasi : anak-anak Indonesia/sepulsa

infokesehatanku.com - Indonesia sebagai negara majemuk dengan jumlah penduduk lebih dari 200 jiwa memiliki berbagai macam masalah didalamnya. Salah satunya adalah masalah kesehatan. Masalah kesehatan di Indonesia seperti tidak ada habisnya, mungkin karena penduduknya yang masih kurang aware dengan masalah kesehatan atau mungkin karena faktor lain. 

Indonesia sendiri menghadapi 3 masalah utam dibidang kesehatan yaitu TBC atau Tubercolosis, Stunting dan Imunisasi.

TBC/TB/Tubercolosis



TB atau Tubercolosis atau yang lebih dikenal dengan TBC merupakan penyakit paru-paru yang menular yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tubercolosis. Basil TBC akan mudah menular pada saat penderitanya batuk, berbicara, meludah dan bersin karena kuman yang berada di paru-paru akan keluar dan menyebar melalui udara. 

Pada tahun 2017, menurut data dari WHO (World Health Organization), terdapat 1.020.000 kasus TBC di Indonesia dan baru tercatat di Kementrian Kesehatan Republik Indonesia sebanyak 420.000 kasus.

Jumlah ini membawa Indonesia menduduki peringkat kedua untuk jumlah penderita TBC terbanyak di dunia. 

Di Indonesia, banyak sekali kasus TBC yang belum terdeteksi dan ditangani dengan baik. Padahal sudah diketahui sumber penyakitnya, obat TBC juga sudah tersedia dan gratis tapi masih saja banyak penderitanya yang belum mendapatkan perawatan. Kalaupun sudah diobati dan sembuh, ada saja yang belum terdaftar sehingga data untuk penderita TBC masih terus meningkat.

Menurut Dokter Spesialis Paru dari RSUP Persahabatan Jakarta, Erlina Burhan, bahwa ada 3 masalah kompleks yang dialami oleh Indonesia sekarang ini terkait TB yaitu, TB itu sendiri, TB yang kebal terhadap obat (MDR) dan TB yang dibarengi dengan infeksi HIV.


Stunting



Stunting adalah gangguan pada pertumbuhan tinggi anak yang menyebabkan tingginya tidak sama dengan anak seusianya (lebih rendah). Stunting dipengaruhi oleh asupan makanan yang buruk atau tidak sehat semenjak si anak masih dalam kandungan. Selain di dalam kandungan, asupan gizi yang tidak cukup akan zink zat besi dan protein juga mempengaruhi tumbuh kembang si anak.

Jumlah anak penderita stunting di Indonesia masih sangat tinggi yaitu 29,6% dan jumlah ini diatas batas yang ditetapkan oleh WHO yaitu 20%. Hal ini membuktikan masih banyak ibu-ibu hamil diluar sana yang kekurangan gizi. Data dari Riskesdas menunjukkan bahwa pada tahun 2016-2017di Indonesia, 1 dari 5 ibu hamil kekurangan gizi, 7 dari 10 ibu hamil kurang kalori dan protein, 7 dari 10 balita kurang kalori dan 5 dari 10 balita kurang protein.

Untuk menghindari stunting, dibutuhkan perhatian khusus terhadap asupan gizi anak di dalam kandungan dan 1000 hari awal kehidupan.


Imunisasi

ilustrasi : imunisasi/hello sehat

Baru-baru ini sempat terjadi perdebatan seru terkait penggunaan vaksin pada imunisasi. Ada yang berpendapat bahwa vaksin mengandung zat yang tidak seharusnya masuk kedalam tubuh. Namun pemerintah sudah menjelaskan bahwa vaksin yang digunakan untuk mencegah penyakit tersebut adalah aman. Perdebatan ini muncul ketika Indonesia mengalami KLB (Kejadian Luar Biasa) akibat serangan difteri dan campak.

Kejadian ini memaksa pemerintah kembali mengevaluasi imunisasi yang telah diterjunkan ke masyarakat. Pemerintah harus mengevaluasi kembali mutu dan kualitas vaksin yang sudah beredar serta penyebarannya. Berdasarkan data dari Kemenkes RI, pada tahun 2015 cakupan nasional vaksin mencapai 86,5%, pada 2016 mencapai 91,6%, dan pada 2017 mencapai 92,4%.


Semoga bermanfaat.

sumber : 
beritasatu.com
idntimes.com
hellosehat.com
alodokter.com
depkes.go.id




Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "3 Masalah Kesehatan Yang Paling Utama Di Indonesia"

Post a Comment