Jalinan Kasih Yang ‘Putus Nyambung’ Bikin Depresi

Ilustrasi : Putus Nyambung/vemale.com

Waktu yang akan menjelaskan dengan baik ketulusan seseorang. Niat baik dan tujuan-tujuannya. Jika sejatinya memang baik, maka seiring waktu berjalan, akan terlihat semakin terang, sebaliknya jika hanya topeng, maka seiring waktu berlalu akan terbuka juga."
-Tere Liye-

infokesehatanku.com - 'Putus Nyambung' adalah istilah untuk menggambarkan kondisi sepasang sejoli yang mengalami permasalahan dalam hubungannya yang mengakibatkan putusnya hubungan cinta mereka. Namun, karena satu dan lain hal, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali bersama.

Mungkin beberapa orang menganggap fenomena 'putus nyambung' sebagai hal yang wajar. Ternyata, kondisi tersebut dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Hal ini dibuktikan oleh Dr. Kale Monk dari University of Missouri. Menurut Dr. Monk, kondisi seseorang yang mengalami 'putus nyambung' menimbulkan gejala depresi dan kecemasan.

Hasil tersebut didapatkan Dr. Kale Monk dengan mengadakan penelitian yang melibatkan 545 orang. Hasil dari penelitian tersebut menunjukan bahwa 60 persen orang dewasa yang mengalami proses putus nyambung cenderung berkaitan dengan kekerasan yang lebih tinggi, komitmen antar pasangan yang rendah dan komunikas yang lebih buruk.

Dr. Monk berpendapat bahwa hubungan putus nyambung sebenarnya tidak salah karena merupakan fase yang penting untuk saling mengerti dan membutuhkan satu sama lain. Namun, jika kondisi putus nyambung terjadi terlalu sering malah akan membuat hubungan tidak sehat. Salah satunya menimbulkan gejala depresi dan kecemasan para pelakunya.


Para pelaku atau pasangan yang mengalami hubungan putus nyambung, harus berpikir secara sehat apa yang menjadi alasan terjadinya putus nyambung. Jangan sampai ketika mereka sepakat untuk kembali bersama, hanya sebagai pelarian atau pelampiasan semata.

Jika pasangan merasa ingin kembali bersama tapi masih menemukan masalah diantara mereka, sebaiknya konsultasikan dengan para pakar percintaan agar dicari sumber masalahnya. Namun, jika memang hubungan mereka tidak sehat, sebaiknya sudahi saja dan move on.

Hal senada juga diungkapkan oleh seorang pakar percintaan, James Preece. Menurut Preece, hubungan putus nyambung akan membuat seseorang bertanya-tanya mengapa mereka tidak dapat mempertahankan rasa cinta pasangannya. 

Seseorang yang bertahan dalam kondisi seperti ini akan selalu merasa cemas dan berakhir pada depresi.

Pasangan yang mengalami hubungan putus nyambung sebenarnya sadar bahwa mereka tidak dapat bersama dan hanya akan menyakiti satu sama lain. Kebersamaan mereka hanya keterikatan secara seksual. Jika seseorang terjebak dalam hubungan seperti ini, Preece berpendapat sebaiknya keluar dari kondisi itu dan cari hubungan yang lebih sehat.

Semoga bermanfaat.

sumber 
kumparan.com
lifestyle.kompas.com




Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Jalinan Kasih Yang ‘Putus Nyambung’ Bikin Depresi"

Post a Comment