Penyakit Tiroid Dan Bahayanya Bagi Wanita


Dulu kita mengenal penyakit tiroid sebagai penyakit 'gondok' yang disebabkan kurangnya konsumsi garam beryodium. Gejalanya ditunjukkan dengan adanya pembengkakan pada bagian leher dan biasanya banyak diderita oleh wanita. Salah satu bahaya penyakit tiroid pada wanita berhubungan erat dengan fertilitas atau kesuburan.

Penyakit tiroid menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang berimbas pada ketidakteraturan pada organ reproduksi seperti haid yang tidak teratur, kesulitan pada saat pembuahan, keguguran dan menurunnya tingkat kehamilan.

Pertanyaannya adalah apakah penyakit tiroid menular? Apakah penyakit tiroid mematikan? Apakah penyakit tiroid bisa disembuhkan? Dan, apa pantangan dan larangan yang harus dihindari oleh penderita tiroid?


Penyakit Tiroid adalah penyakit yang menyerang kelenjar tiroid yang berada di sekitar leher tepatnya dibawah jakun. Penyakit tiroid menyebabkan ketidakseimbangan produksi hormon tiroksin yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid. Ketidakseimbangan jumlah hormon tiroksin akan berpengaruh pada ketidakseimbangan metabolisme didalam tubuh. Kelenjar tiroid berbentuk seperti kupu-kupu kecil dimana hormon tiroksin yang dihasilkan bertugas mendukung kinerja berbagai organ vital didalam tubuh seperti jantung, otak, otot dan kulit.

Penyakit tiroid tidak termasuk kategori penyakit menular namun berpotensi menjadi gangguan kesehatan dalam skala besar. Jadi, tidak masalah jika kita berdekatan dan berinteraksi dengan penderita tiroid. Namun, jika tidak segera ditangani akan menyebabkan masalah besar.

Sebagai contoh, seorang wanita yang sedang mengandung dan terjangkit penyakit tiroid, khususnya hipotiroid, beresiko melahirkan bayi dengan keterbelakangan mental dan gangguan pertumbuhan tinggi badan. Jika jumlah penderitanya tidak ditekan, akan menghasilkan gangguan kesehatan dalam skala besar.

Penyebab penyakit tiroid


Ketidakseimbangan kelenjar tiroid yang menyebabkan tinggi dan rendahnya kadar hormon tiroksin dapat dipengaruhi oleh berbagai penyebab, antara lain :

  • Gangguan pada kelenjar hipofisis dan hipotalamus pada otak yang mengatur kinerja kelenjar tiroid.
  • Rusaknya kelenjar tiroid didalam tubuh yang terkena paparan radiasi.
  • Tubuh dalam pengaruh obat yang mengandung Lithium (Li)
  • Pernah melakukan operasi pengangkatan kelenjar tiroid
  • Terdapat kadar Iodin yang berlebihan didalam tubuh
  • Terdapat infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri yang bekerja dengan cara yang sama seperti halnya antibodi dan malah menyebabkan peradangan pada kelenjar.

Secara umum penyakit tiroid dibagi menjadi 2 jenis yaitu hipotiroid dan hipertiroid.

Hipotiroid


Hipotiroid adalah kondisi dimana kelenjar tiroid tidak terlalu aktif dan menghasilkan kelenjar tiroksin yang kurang dari yang dibutuhkan oleh tubuh. Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid memiliki peran penting dalam proses metabolisme yang terjadi didalam tubuh seperti mengatur suhu tubuh, pembakaran timbunan kalori dan mengatur kerja jantung. Hipotiroid akan membuat metabolisme tubuh jadi melambat dan energi yang dihasilkan tidak maksimal.

Hipotiroid sangat umum dan banyak diderita oleh wanita, prosentasenya sekitar 6 hingga 10 persen dan akan naik seiring pertambahan usia. Beberapa kasus juga terjadi pada pria namun masih jarang.

Hipotiroid dibagi menjadi dua kategori yaitu hipotiroid primer dan hipotiroid sekunder. Hipotiroid primer merupakan gangguan pada kelenjar tiroid yang disebabkan oleh kelenjar tiroid tersebut yang bermasalah. Dimana kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon tiroksin dengan jumlah yang sesuai dibutuhkan oleh tubuh atau dibawah rata-rata.

Sedangkan hipotiroid sekunder adalah gangguan kelenjar tiroid yang disebabkan oleh kelenjar pituitari pada otak yang bermasalah dimana kelenjar tersebut yang mengatur kerja kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid tidak bermasalah dan dalam kondisi normal hanya saja kelenjar tiroid tidak menerima hormon pemicu tiroid yang cukup dari kelenjar pituitari yang berada di otak.

Gejala hipotiroid

Seperti halnya penyakit lainnya, hipotiroid juga memiliki gejala-gejala yang dapat dilihat dari yang ringan, sedang dan berat tergantung dari kondisi penderitanya. Yang jelas, entah ringan, sedang maupun berat, hipotiroid jelas perlu segera ditangani medis. Beberapa gejala hipotiroid yang paling umum, antara lain :
  • Tenggorokan kering
  • Wajah membengkak
  • Kulit kasar dan kering
  • Berat badan bertambah tanpa sebab yang jelas
  • Mudah terserang kelelahan, keletihan dan lemas
  • Sensitif dan tidak tahan terhadap udara dingin
  • Gangguan ingatan
  • Depresi
  • Detak jantung melambat
  • Nyeri, kaku dan pembengkakan pada sendi
  • Lemah otot yang terasa sakit
  • Kadar kolesterol dalam darah meningkat
  • Rambut rontok
  • Kesemutan dan gejala saraf terjepit
  • Penglihatan kabur
  • Pendengaran berkurang
  • Sembelit
  • Susah berkonsentrasi
  • Penurunan hasrat atau libido
  • Menstruasi berat
  • Gondok / Pembesaran kelenjar tiroid

Hipertiroid


Hipertiroid merupakan kebalikan dari hipotiroid dimana kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroksin yang berlebih bahkan sangat tinggi. Hormon tiroksin yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid berperan aktif dalam proses metabolisme dan beberapa fungsi vital tubuh yang terjadi didalam tubuh. Sehingga gangguan terhadap kelenjar tiroid akan mempengaruhi proses metabolisme seperti tidak dapat mengubah makanan menjadi energi, tubuh kehilangan kemampuan mengatur suhu dan denyut jantung tidak normal.

Hipertiroid umumnya banyak diderita oleh wanita yang memasuki usia 20 hingga 40 tahun. Tapi ada beberapa kasus juga hipertiroid terjadi pada laki-laki dan anak-anak, meskipun masih jarang.

Gejala hipertiroid

Ketidakteraturan metabolisme yang terjadi didalam tubuh akibat produksi hormon tiroksin yang berlebihan akan menimbulkan gejala yang terlihat pada penderita hipertiroid. Beberapa gejala yang umum terjadi pada penderita hipertiroid, antara lain :
  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas
  • Hiperaktif. Penderita selalu merasa gelisah dan cemas.
  • Mudah tersulut emosi
  • Gangguan tidur di malam hari
  • Sukar untuk berkonsentrasi
  • Produksi keringat meningkat dan sensitif terhadap suhu panas
  • Gairah menurun
  • Otot terasa tidak berdaya
  • Diare
  • Kesulitan untuk hamil
  • Siklus menstruasi menjadi kacau, bahkan bisa berhenti sekaligus
  • Khusus penderita diabetes, hipertiroidisme bisa menimbulkan rasa haus dan kelelahan.

Bahaya penyakit tiroid pada wanita



Pada dasarnya, tiroid menghasilkan hormon yang berperan aktif dalam perkembangan dan pertumbuhan manusia sehingga jika wanita mengalami gangguan tiroid, akan berpengaruh pada kehamilan dan perkembangan janin.

Saat ini jumlah wanita yang mengalami gangguan tiroid mencapai 165 – 170 juta di seluruh dunia. Hal ini dikarenakan wanita beresiko 4 hingga 7 kali terkena gangguan tiroid dibandingkan pria. Yang lebih mengkhawatirkan adalah gangguan tiroid memiliki efek yang besar dan cenderung buruk untuk masalah kesehatan reproduksi pada wanita.

Sudah diketahui sejak lama bahwa gangguan tiroid akan mempengaruhi masalah reproduksi seperti masalah selama usia kehamilan, keguguran, preeklampsia, gangguan pertumbuhan pada janin, kelahiran bayi prematur dan kelahiran mati. Sedangkan pada anak-anak dan usia remaja, gangguan tiroid (hipotiroid) menyebabkan keterlambatan puber.

Gejala gangguan tiroid yang paling umum pada wanita :
  • Selalu merasa kepanasan atau kedinginan
  • Kesulitan untuk menurunkan atau menaikkan berat badan,
  • meski disesuaikan dengan diet dan olahraga
  • Menstruasi tidak teratur
  • Sulit hamil
  • Merasa lelah atau lesu setiap hari
  • Tidak dapat berkonsentrasi di tempat kerja/sekolah
  • Merasa tertekan, cemas dan mudah tersinggung
baca juga : Cara Alami Menghindari Kanker Payudara


Bisakah penyakit tiroid sembuh total ?



Pertanyaan diatas agaknya sulit untuk dijawab. Karena gangguan tiroid merupakan penyakit autoimun dimana penyakit jenis ini tidak dapat disembuhkan dan hanya bisa dikendalikan. Sedangkan untuk pengobatan atau pengendalian penyakit autoimun akan memakan waktu yang lama bahkan dapat berlangsung seumur hidup. Akan tetapi, jika penderita teratur mengkonsumsi obat tiroid dan tidak pernah putus, ada kemungkinan pengurangan dosis dan bahkan dapat dihentikan sama sekali.

Sebelum melakukan pengobatan, sebaiknya dilakukan pemeriksaan oleh dokter spesialis agar dapat dilakukan penanganan yang tepat dengan pengobatan yang sesuai. Sebaiknya hindari pengobatan herbal karena diluar pengawasan dokter, dkhawatirkan terjadi komplikasi lain seperti gangguan pada jantung yang dapat berujung pada stroke.

Dokter spesialis akan melakukan diagnosis untuk mengetahui kadar tiroid di dalam darah. Pemeriksaan akan dilakukan secara menyeluruh dari pemeriksaan klinis, tes darah dan pemeriksaan biopsi atau pemeriksaan pencitraan. Setelah dilakukan diagnosis dan diketahui jenis gangguan tiroidnya, pengobatan akan diberikan sesuai dengan gangguannya.

Untuk hipotiroidisme, pengobatan penggantian hormon tiroid akan diberikan. Penggantian hormon tiroid adalah pemberian hormon sintetis buatan untuk memenuhi kebutuhan hormon tiroid yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Pengobatan hipotiroidisme tidak memberikan efek samping, hanya jika diberikan secara berlebihan akan menimbulkan pusing, detak jantung berdebar-debar dan insomnia atau kesulitan tidur.

Sedangkan, untuk pengobatan hipertiroidisme akan diberikan thiominade dan radioterapi. Thiominade adalah obat-obatan yang akan diberikan untuk mencegah produksi hormon tiroksin yang berlebihan. Sama halnya dengan radioterapi bertujuan untuk mengecilkan kelenjar tiroid dengan radioiodine yang biasanya berbentuk cair dan kapsul. 

Meski gangguan tiroid dapat dikendalikan dan ditekan atau dipaksa untuk 'tidur', tidak berarti gangguan ini akan hilang. Sewaktu-waktu gangguan tiroid akan mucul kembali ketika penderitanya mengalami stress yang berat. Jadi sebaiknya hindari stres berat agar gangguan tiroid tidak muncul lagi. 

Ada beberapa hal lain yang dapat dilakukan sebagai pencegahan munculnya gangguan tiroid seperti,
  • Jika penderita seorang perokok, sebaiknya hentikan kebiasaan tersebut.
  • Batasi konsumsi makanan yang menggunakan bahan dasar kedelai.
  • HIndari atau batasi penggunaan peralatan rumah tangga yang mengandung flouride.
  • Selalu waspada dan kenali gejala awal gangguan tiroid agar dapat dilakukan diagnosis lebih awal.
  • Rutin mengkonsumi makanan yang mengandung yodium, selenium, zink dan kalsium.
  • Capai berat badan ideal dengan diet sehat dan olahraga yang teratur serta fokus memenuhi kebutuhan vitamin D.


Semoga bermanfaat.

sumber : 
hallosehat.com
alodokter.com
detik.com
tribunnews.com
doktersehat.com
lifestyle.kompas.com
thyroidaware.com
klikdokter.com
liputan6.com

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Penyakit Tiroid Dan Bahayanya Bagi Wanita"

Post a Comment